Cara mengelola pengeluaran karyawan: satu proses untuk kartu, reimbursement, kas kecil dan uang muka


Saat audit internal sebuah distributor farmasi di Semarang meninjau pengeluaran seorang area sales manager untuk bulan Oktober, dua catatan menarik perhatian. Tagihan kartu kredit perusahaan menunjukkan makan malam dengan klien pada 8 Oktober, Rp2.350.000, yang dicocokkan dengan slip kartu dan disetujui tim keuangan saat rekonsiliasi kartu. Klaim reimbursement di bulan yang sama memuat makan malam yang sama, Rp2.350.000, dengan nota cetak restoran terlampir, disetujui regional manager dan sudah dibayar. Perusahaan membayar satu makan malam dua kali.
Tidak ada langkah yang terlewat. Tim keuangan merekonsiliasi kartu, regional manager menyetujui klaim dan admin cabang mencatat kas kecil dengan rapi. Masing-masing memeriksa salurannya sendiri, dan setiap saluran tampak beres. Begitu disandingkan, bulan yang sama memuat dua pengeluaran lain yang dibayar dua kali: satu malam hotel yang sudah dipertanggungjawabkan dalam penyelesaian uang muka lalu diklaim lagi, dan satu perjalanan taksi yang dibayar dari kas kecil lalu diklaim lagi.
Itulah harga dari menjalankan empat cara membayar sebagai empat proses terpisah. Pengelolaan pengeluaran karyawan (employee spend management) menyatukannya: satu kebijakan, satu matriks persetujuan dan satu catatan per karyawan, apa pun jalur keluarnya uang. Panduan ini membahas perbedaan keempat cara tersebut, contoh satu bulan pengeluaran area sales manager tadi, celah yang ditinggalkan proses yang terpisah dan cara menutupnya.
Apa itu pengelolaan pengeluaran karyawan?
Pengelolaan pengeluaran karyawan adalah mengendalikan semua uang yang dibelanjakan karyawan atas nama perusahaan, lewat jalur mana pun: kartu kredit perusahaan, reimbursement dari uang pribadi, uang muka dan kas kecil (petty cash). Langkah-langkahnya sama dengan expense management (capture, pemeriksaan, persetujuan, pembayaran dan pencatatan), hanya saja diterapkan ke semua cara pembayaran sekaligus, bukan satu per satu.
Gagasannya sederhana. Makan malam dengan klien tetap pengeluaran yang sama, entah dibayar dengan kartu, dari kotak kas kecil atau dengan uang karyawan sendiri. Pengeluaran itu harus memenuhi kebijakan yang sama, masuk ke approver yang sama dan diperiksa terhadap semua pengeluaran lain dari karyawan yang sama. Cara pembayaran hanya mengubah siapa yang membayar lebih dulu, dan siapa yang perlu diganti.
Empat cara membayar, empat titik kontrol
Setiap cara biasanya punya kontrolnya sendiri, dijalankan orang yang berbeda pada waktu yang berbeda:
| Cara | Uang keluar | Biasanya diperiksa |
|---|---|---|
| Reimbursement | Setelah disetujui, ke karyawan | Oleh atasan, pada klaim |
| Uang muka | Sebelum belanja, ke karyawan | Saat uang muka diselesaikan |
| Kartu perusahaan | Di kasir, ke merchant | Di akhir bulan, terhadap tagihan kartu |
| Kas kecil | Dari kotak kas, ke siapa pun yang meminta | Oleh pemegang kas, saat kas diisi ulang |
Setiap kontrol masuk akal dan menjawab pertanyaannya sendiri. Rekonsiliasi kartu menanyakan apakah setiap baris kartu punya struk. Review klaim menanyakan apakah setiap klaim punya struk. Penghitungan kas kecil menanyakan apakah uang tunai ditambah struk sama dengan saldo tetapnya. Tidak satu pun bertanya apakah pengeluaran ini sudah dibayar lewat jalur lain, karena tidak satu pun bisa melihat jalur yang lain.
Contoh kasus: bulan Oktober seorang karyawan
Berikut pengeluaran area sales manager tadi di bulan Oktober, dikumpulkan dari empat tempat pencatatannya:
| Dicatat di | Baris | Rp ribu |
|---|---|---|
| Tagihan kartu perusahaan | 18 | 9.640 |
| Klaim reimbursement | 11 | 4.215 |
| Penyelesaian uang muka | 6 | 3.880 |
| Buku kas kecil cabang | 4 | 620 |
| Total | 39 | 18.355 |
Keempatnya sudah direview dan disetujui. Begitu diurutkan berdasarkan tanggal dan nominal dalam satu daftar, tiga pengeluaran muncul dua kali:
- Makan malam dengan klien, Rp2.350.000. Di kartu, dicocokkan dengan slip kartu, dan di klaim dengan nota cetak. Dua dokumen berbeda untuk satu pembelian, sehingga pemeriksaan yang membandingkan struk tidak menemukan apa-apa.
- Satu malam hotel di Solo, Rp740.000. Di penyelesaian uang muka Rp4.000.000 untuk perjalanan itu, dengan invoice hotel, dan di klaim dengan konfirmasi dari aplikasi pemesanan. Uang muka itu diselesaikan dengan struk senilai Rp3.880.000 dan sisa Rp120.000 dikembalikan, jadi tampak sudah tuntas.
- Taksi ke bandara, Rp185.000. Dibayar dari kas kecil cabang dengan kuitansi tulisan tangan, lalu diklaim lagi dengan e-receipt dari aplikasi transportasi online.
Totalnya Rp3.275.000 dibayar dua kali dalam sebulan, untuk satu karyawan. Sebagian besar duplikat seperti ini adalah kekeliruan jujur dari seseorang yang punya empat tempat untuk mengajukan pengeluaran dan dua dokumen untuk banyak pembeliannya. Apa pun penyebabnya, uangnya sudah keluar, dan tidak ada yang disembunyikan: semuanya ada di empat berkas, masing-masing direview oleh orang yang hanya memegang salah satunya.
Di mana proses yang terpisah meninggalkan celah
- Setiap saluran hanya memeriksa dirinya sendiri. Pemeriksaan duplikat, kalau ada, mencari struk yang sama di antara klaim, bukan terhadap baris kartu, penyelesaian uang muka atau buku kas kecil.
- Dua dokumen untuk satu pembelian. Slip kartu dan nota cetak, invoice hotel dan konfirmasi pemesanan, kuitansi tulisan tangan dan e-receipt aplikasi. Membandingkan gambar atau nomor struk tidak akan menangkapnya; membandingkan nominal, tanggal dan merchant di semua saluran akan menangkapnya.
- Kebijakan yang berbeda untuk setiap cara. Batas makan diterapkan pada klaim, tetapi tidak ada yang memeriksa baris kartu terhadapnya, dan kas kecil sama sekali tidak punya ambang wajib struk.
- Approver yang berbeda untuk setiap cara. Klaim melewati matriks persetujuan, baris kartu disetujui tim keuangan saat rekonsiliasi dan kas kecil oleh siapa pun yang memegang kotaknya, sehingga tidak ada manajer yang melihat seluruh pengeluaran timnya.
- Waktu yang berbeda. Tagihan kartu datang berminggu-minggu kemudian, kas kecil diisi ulang saat kotaknya hampir kosong dan uang muka diselesaikan setelah perjalanan, sehingga satu pengeluaran bisa masuk ke dua saluran di bulan yang berbeda.
- Anggaran yang hanya melihat sebagian. Anggaran perjalanan sebuah departemen menampilkan klaim yang disetujui begitu masuk, tetapi pengeluaran kartu dan kas kecil baru di akhir bulan, sehingga tampak masih di bawah anggaran sampai ternyata tidak.
- Karyawan yang keluar diselesaikan satu saluran saja. Saat seseorang mengundurkan diri, uang muka yang masih terbuka diperhitungkan dari pembayaran terakhirnya, tetapi tidak ada yang memeriksa baris kartunya yang belum direkonsiliasi atau bon kas kecilnya.
Pengeluaran karyawan di Indonesia
- Kas kecil di setiap cabang. Kantor cabang dan kantor proyek sering mengelola kas kecil sendiri untuk tol, parkir, kurir dan pembelian kecil, dicatat di buku atau spreadsheet yang baru dilihat kantor pusat saat kas diisi ulang. Masukkan pengeluaran itu ke catatan yang sama dengan pengeluaran lainnya, baris demi baris, bukan sebagai satu angka total pengisian ulang.
- Kuitansi tulisan tangan dan pengeluaran tanpa struk. Kuitansi tulisan tangan dari toko kecil, atau tidak ada struk sama sekali untuk parkir di pinggir jalan, sudah biasa dan mudah dipakai dua kali. Tetapkan nominal kecil yang di bawahnya cukup dengan pernyataan bertanda tangan, dan periksa baris-baris itu terhadap duplikat seperti baris lainnya.
- Uang muka untuk perjalanan dan proyek. Uang muka (kasbon) lazim untuk perjalanan dinas dan pekerjaan di lapangan, dan struk yang dipakai untuk menyelesaikannya adalah yang paling mungkin muncul lagi di klaim. Selesaikan setiap uang muka terhadap catatan yang sama dengan klaim karyawan tersebut.
- Dokumen pajak tidak bergantung pada cara pembayaran. PPN masukan hanya bisa dikreditkan dengan faktur pajak yang lengkap dan benar, baik pembeliannya dibayar dengan kartu, dari kas kecil maupun dengan uang pribadi. Mintalah faktur pajak saat pembelian, karena sulit didapat belakangan.
- Pembayaran terakhir. Saat karyawan keluar, selesaikan semua yang menjadi utang dan haknya di satu tempat sebelum pembayaran terakhir: uang muka yang masih terbuka, baris kartu, transaksi pribadi, bon kas kecil dan klaim yang belum dibayar. Apa yang boleh dipotong dari pembayaran terakhir diatur oleh ketentuan pengupahan, jadi sepakati secara tertulis sejak awal dan periksa rumusannya bersama HR dan konsultan hukum Anda.
Tanda kontrol pengeluaran Anda terpecah per cara pembayaran
Anda mungkin perlu menyatukan kontrol pengeluaran karyawan jika beberapa hal ini terasa akrab:
- Baris kartu, klaim, uang muka dan kas kecil direview oleh orang yang berbeda, di berkas yang berbeda.
- Tidak ada yang bisa menyebutkan pengeluaran seorang karyawan bulan lalu tanpa membuka tiga atau empat berkas.
- Pemeriksaan duplikat mencakup klaim, tetapi tidak mencakup baris kartu, uang muka atau kas kecil.
- Batas makan diperiksa pada klaim, tetapi tidak pada pengeluaran kartu.
- Kas kecil disetujui oleh siapa pun yang memegang kotaknya.
- Anggaran baru menampilkan pengeluaran kartu dan kas kecil setelah tutup bulan.
- Uang muka karyawan yang keluar diselesaikan, tetapi tidak ada yang memeriksa kartu atau kas kecilnya.
Makan malam tetaplah makan malam, apa pun cara membayarnya. Kontrolnya harus mengikuti pengeluarannya, bukan cara pembayarannya.
Cara menyatukannya dalam satu proses
- Daftar semua jalur keluarnya uang untuk pengeluaran karyawan. Kartu, termasuk milik direksi, reimbursement, uang muka dan setiap kotak kas kecil, serta yang kurang terlihat: kartu uang elektronik dan kartu BBM, atau akun di agen perjalanan yang dipakai karyawan untuk memesan.
- Tulis satu kebijakan untuk semuanya. Batas, aturan struk dan kategori yang sama apa pun cara pembayarannya, dengan bagian singkat untuk hal yang khusus bagi setiap cara. Tempatnya di kebijakan pengeluaran Anda.
- Simpan satu catatan per karyawan. Baris kartu, klaim, penyelesaian uang muka dan pengeluaran kas kecil dalam riwayat yang sama, dikodekan dengan cara yang sama, sehingga siapa pun bisa mengurutkan pengeluaran satu bulan seseorang berdasarkan tanggal.
- Periksa duplikat di keempat jalur, berdasarkan apa yang dibeli. Cocokkan berdasarkan nominal, tanggal dan merchant, bukan hanya gambar atau nomor struk, sehingga slip kartu dan nota cetak untuk makan malam yang sama tertangkap. Tanda-tanda fraud reimbursement juga berlaku lintas jalur.
- Gunakan satu matriks persetujuan. Baris kartu masuk ke approver yang sama dengan klaim bernominal sama, lewat matriks persetujuan Anda, dan tidak ada yang menyetujui pengeluarannya sendiri.
- Jalankan kas kecil dengan saldo tetap. Pemegang kas memegang jumlah tertentu (sistem imprest), setiap pengeluaran dicatat saat terjadi dan kas diisi ulang tepat sebesar struk yang disetujui, sehingga uang tunai ditambah struk selalu sama dengan saldo tetapnya.
- Selesaikan di satu tempat. Perhitungkan uang muka terhadap klaim, tagih kembali transaksi pribadi di kartu dan tuntaskan bon kas kecil per karyawan, setiap bulan dan saat seseorang keluar.
Bagaimana Procapy membantu
Di Capy Expense, reimbursement, uang muka dan pengeluaran kartu berada di satu tempat, per karyawan dan per laporan, sehingga pengeluaran dari uang pribadi, uang muka dan kartu seorang karyawan ada dalam riwayat klaim yang sama. Transaksi kartu diimpor ke Capy dan dicocokkan dengan struk yang di-capture karyawan, lalu ditandai, diperiksa terhadap kebijakan dan disetujui seperti pengeluaran lainnya. Uang muka diajukan, disetujui dan dibayar dalam alur yang sama, lalu diselesaikan secara otomatis terhadap laporan pengeluaran yang menyusul.
Sebelum laporan bisa diajukan, setiap baris diperiksa terhadap kebijakan pengeluaran Anda: batas per diem dan makan, ambang wajib struk, kategori yang diizinkan dan anggaran, per jenjang karyawan, entitas atau negara. Struk duplikat terdeteksi lintas karyawan, laporan dan data kartu, dan setiap klaim dicocokkan berdasarkan vendor, nominal, nomor invoice dan tanggal dengan semua yang sudah ada di sistem, lintas entitas serta lintas pengeluaran dan AP, dengan dokumen aslinya ditampilkan di sampingnya untuk approver. ProcApprove mengarahkan setiap laporan lewat matriks persetujuan Anda, dan tidak ada yang bisa menyetujui klaimnya sendiri.
Klaim yang disetujui dibayar dalam satu batch reimbursement dengan uang muka yang masih terbuka diperhitungkan, lalu diposting ke Dynamics, SAP, Xero, QuickBooks atau ABSS lengkap dengan struknya. Sebelum periode dikunci, daftar periksa tutup periode menampilkan transaksi kartu yang belum diajukan dan klaim yang belum disetujui. Halaman fraud dan risiko membahas pemeriksaan duplikat lebih rinci. Jadwalkan sesi demo 30 menit, bawa klaim pengeluaran selama satu bulan, dan kami akan menjalankannya melalui pemeriksaan duplikat, ketidaksesuaian dan kebijakan secara langsung.
